loader
Senin,27 Agustus 2018
Kiat-Kiat Menentukan Nama Brand atau Produk Baru
Nama merupakan bagian penting dari sebuah brand, produk, atau jasa. Begitu pentingnya sebuah nama, konon Ray Kroc sang pendiri waralaba McDonald’s yakin bahwa restoran itu akan sukses hanya karena namanya. Nama mewakili berbagai hal, mulai dari keunikan hingga kisah di belakang sebuah brand.
 
Nama yang menarik akan membuat sebuah produk mudah diingat, juga mencolok di antara para kompetitornya. Tapi terkadang sulit sekali untuk menciptakan nama seperti ini. Kita bisa menghabiskan waktu lama untuk sesuatu yang terkesan sepele. Panduan di bawah akan membantumu menyelesaikan masalah tersebut.
 
Kenali tiga jenis penamaan
Sebelum menentukan nama, pertama-tama kita harus paham bahwa nama tipe penamaan itu ada beberapa jenis. Setiap jenis mewakili tujuan penamaan yang berbeda-beda. Tiga jenis itu adalah:
 
Literal (penamaan harfiah)
Metaphoric (perumpamaan)
Fanciful (penamaan indah/keren)
Nama tipe fanciful sama sekali tidak menjelaskan fungsi sebuah produk. Dengan nama yang tidak deskriptif, perusahaan bebas menciptakan identitas atau cerita tersendiri untuk diasosiasikan dengan nama tersebut. Tipe ini cocok untuk brand baru, tapi butuh banyak usaha marketing agar kuat di pasar. Contoh: McDonald’s, Nike, atau Apple.
 
Nama tipe metaphoric mirip dengan fanciful, yaitu bertujuan menciptakan suatu identitas. Bedanya, tipe ini sudah memiliki gambaran fungsi produk, lalu menambahkan teknik emotional marketing ke dalamnya. Nama metaphoric menyimpan janji yang membuat konsumen terpikat. Contoh: Air Jordan, Electronic Arts, atau Facebook.
 
Ray Kroc | Photo 1
Ray Kroc berkata bahwa McDonald’s adalah nama yang “sangat Amerika” | Sumber Gambar: Wealthy Gorilla
 
Nama tipe literal langsung menyampaikan fungsi dan kualitas suatu produk. Konsumen langsung tahu, produk itu sesuai dengan kebutuhan mereka atau tidak. Untuk perusahaan yang sudah punya brand kuat, nama literal sangat efektif ketika meluncurkan produk baru. Contoh: Kentucky Fried Chicken, PlayStation Portable, atau Tech in Asia.
 
Pertimbangan memilih tipe nama
Dari ketiga tipe nama di atas, pilihan kita tentu akan sangat dipengaruhi oleh visi dan filosofi perusahaan. Tapi agar nama benar-benar optimal, kita butuh melakukan riset pasar terlebih dahulu.
 
Hal pertama yang sangat penting adalah mencari tahu apakah ada produk atau brand yang serupa dengan produk kita. Berapa banyak kompetitor yang ada? Apa kelebihan dan kekurangan tiap kompetitor? Apa keunikan mereka, dan apa keunikan kita?
 
Bila kompetitor banyak dan fungsinya mirip-mirip, nama literal mungkin bukan ide bagus. Coba pikirkan, ada berapa media yang membahas seputar teknologi di wilayah Asia? Jelas lebih dari satu. Tapi tidak mungkin semuanya diberi nama “Tech in Asia”, bukan? Dalam kasus ini, nama fanciful atau metaphoric bisa jadi pilihan lebih tepat.
 
Brand Positioning | Concept
Temukan apa dan siapa yang menjadi tujuan perusahaanmu | Sumber Gambar: Jones PR
 
Kedua, perhatikan pula pasar yang kita tuju. Seperti apa demografi pasar tersebut? Bila demografinya cenderung berisi kaum profesional yang serius, gunakan kata-kata yang terkesan profesional dan serius pula. Begitu juga sebaliknya. Kita bisa mencari inspirasi kata-kata dari kamus, buku, film, lagu, dan sebagainya.
 
Ketiga, perhatikan brand positioning yang kamu miliki. Bila perusahaanmu adalah startup baru yang bergerak di bidang yang tidak umum, kamu bisa memilih nama fanciful/metaphoric kemudian membangun identitas dari nol. Tapi bila kamu berada di pasar yang cukup tersaturasi, nama literal bisa memunculkan keunikan dengan lebih jelas.
 
Lakukan eliminasi dan uji coba
Tidak ada cara yang pasti untuk menemukan nama yang tepat. Terkadang nama bisa muncul dari hal iseng atau tak terduga. Siapa yang mengira nama generik seperti “McDonald’s” ternyata cocok sebagai nama waralaba hamburger?
 
Meski demikian, ada beberapa langkah yang bisa kamu terapkan untuk membantu proses pencarian nama. Secara singkat, langkah ini dibagi menjadi tiga, yaitu:
 
Brainstorming
Eliminasi
Uji coba
Pertama, kumpulkan beberapa orang untuk berkumpul dan mengadakan sesi brainstorming. Anggota brainstorming ini bisa dari kolega atau teman, baik yang familier dengan produk ataupun tidak. Ceritakan seperti apa produk/brand yang kamu buat, baik dari sisi fungsi ataupun emosi yang ingin kamu jual.
 
Berikan waktu sekitar 20 menit pada tiap partisipan untuk menulis nama yang menurut mereka cocok. Minta setiap partisipan menandai nama-nama yang menurut mereka paling bagus, lalu diskusikan apa kelebihan dan kekurangan nama itu.
 
Kedua, lakukan proses eliminasi. Proses eliminasi terdiri dari dua tahap, yaitu eliminasi focus group dan eliminasi legalitas. Adakan pertemuan focus group untuk mempresentasikan calon-calon nama yang kamu miliki. Dari sini, saring calon-calon nama hingga tersisa beberapa nama terbaik, misalnya 20 nama terbaik.
 
Dari sini kamu akan tahu, pasarmu cenderung menyukai nama seperti apa. Selanjutnya, cek nama-nama yang tersisa, apakah sudah terdaftar sebagai merk dagang atau belum. Cek juga apakah nama tersebut mengandung kata-kata kasar dalam bahasa lain atau tidak.
 
Silit | Photo 1
Contoh brand yang mungkin sulit laku di Indonesia | Sumber Gambar: Konkurse
 
Ketiga, tunjukkan calon-calon nama terbaik itu kepada para stakeholder. Pada akhirnya memilih satu nama terbaik memang tak mudah, dan mungkin kamu baru akan tahu hasilnya setelah produk diluncurkan. Tapi dengan menunjukkan ke stakeholder ataupun focus group, kamu bisa mendapat reaksi yang cukup representatif terhadap kondisi pasar.
 
Tidak ada nama yang sempurna. Sebagus apa pun nama yang kamu pilih, pasti ada celah kekurangan di dalamnya. Tentukan nama sesuai visi, filosofi, dan brand positioning, kemudian melangkahlah dengan yakin. Bila kamu percaya diri dengan brand yang kamu bawa, konsumen pun akan percaya padamu.
 
Pada akhirnya, ketika identitas brand sudah tertanam kuat di pasar, filosofi di balik nama akan menjadi tidak penting lagi. Nama hanya menjadi simbol, suatu kata yang mengacu pada dirimu dan produkmu. Jadi berpikirlah positif, dan jangan terlalu pusing hanya gara-gara menentukan sebuah nama.

related post

title

Subscribe Our Newsletter

Get the latest News & Offers..

True environmental protection lies in loving the mountains, the oceans and in cher
all creation.

img